Kajian Online Pekanan
Pekan ke-4: Seri Kepribadian Seorang Muslim
Edisi September 2025
FIKES UNIMMA

Kepribadian Seorang Muslim (17): Mudah berempati

Empati dan simpati mungkin terlihat serupa, namun sebenarnya keduanya memiliki makna yang berbeda. Perbedaan utamanya terletak pada tingkat keterlibatan emosional dan cara memandang situasi orang lain.

Simpati hanya sebatas memiliki rasa kasihan terhadap keadaan orang lain. Sementara itu, empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain dari sudut pandang mereka sendiri.

https://www.simplypsychology.org/sympathy-empathy-compassion.html

Empati memiliki makna yang lebih mendalam dibandingkan simpati. Orang yang mampu berempati dapat memahami dan merasakan kondisi orang lain, sehingga akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan cenderung menghindari tindakan yang dapat merugikan orang lain.

Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam-pun demikian. Beliau selalu mengajarkan kepada para sahabatnya untuk selalu dapat berempati atau peka terhadap kondisi orang lain (HR. Muslim no. 2586, 8442 Shahih).

Demikianlah agama Islam. Selain memperhatikan aspek ibadah kepada Allah, juga memiliki atensi yang besar terhadap pembentukan karakter seorang Muslim, di antaranya adalah kemampuan berempati.

Benar apa yang disampaikan sebagian orang bahwa “sikap empati itu perlu dilatih setiap hari”.

Semoga bermanfaat.