Surat Al ‘Adiyat (Bagian 2) – Selesai

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-2: Seri Tafsir Juz ‘Amma
Edisi September 2026
FIKES UNIMMA

Surat Al ‘Adiyat (Bagian 2) – Selesai

Telah disampaikan di edisi lalu terkait tafsir surat ini:
https://fikes.unimma.ac.id/surat-al-adiyat-bagian-1/

Berikut kelanjutan singkatnya,

Ketiga
Secara umum, surat ini menceritakan kerugian banyak manusia pada hari kiamat.

Hal ini terjadi karena mereka ingkar atau kufur nikmat, menjadi sangat ekstrim dalam menyayangi harta (bakhil) sehingga enggan bersedekah serta tidak mempersiapkan diri menghadapi akhirat, padahal mereka tahu dan meyakini bahwa akhirat itu nyata.

(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim tentang Surat Al ‘Adiyat karya Ibnu Katsir).

Semoga Allah tidak memasukkan kita ke golongan orang-orang yang merugi di Akhirat, Aamiin.

Al Lathiif

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-1: Seri Aqidah Nama & Sifat Allah
Edisi September 2026
FIKES UNIMMA

Al Lathiif

Nama atau sifat ini maksudnya adalah Allah memiliki sifat lembut, teliti, dan kasih sayang yang luas kepada seluruh makhluk. Dalil nama atau sifat ini di antaranya ada di QS. Yusuf ayat ke-100.

Salah satu bentuk kelembutan Allah yaitu memberikan kebaikan atau rezeki dengan cara atau metode yang tidak pernah disangka-sangka (Ibnu Jarir dalam Tafsîrnya no. 13:48 dengan sanad yang hasan).

Tentunya hal pertolongan atau kasih sayang Allah tersebut dapat diperoleh ketika seorang hamba mampu bertawakal yaitu ada usaha, hati yang berserah diri secara totalitas, dan keridhaan terhadap apapun hasil yang diusahakan tadi.

Mengetahui dan memahami sifat ini sebenarnya akan semakin meningkatkan rasa terimakasih kita kepada Allah atas segala nikmat yang mungkin setiap detik kita peroleh.

Semoga bermanfaat.

Dapat pahala ketika meninggalkan shalat

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-5: Suplemen
Edisi Agustus 2026
FIKES UNIMMA

Dapat pahala ketika meninggalkan shalat

Terdapat suatu kondisi ketika seseorang justru mendapatkan pahala saat meninggalkan salat, yaitu ketika seorang wanita sedang mengalami haid. Pada kondisi tersebut, ia bahkan dilarang untuk mendirikan salat.

Jika seseorang nekat bersalat saat haid padahal mengetahui keharamannya, ia justru akan berdosa (Al Fawaidu Muntaqa Min Syarhi Shahih Muslim karya Sulton bin Abdillah al Umari).

Di antara alasannya adalah bahwa darah haid termasuk hadast. Sementara di sisi lain, salah satu syarat sah shalat adalah terbebas dari hadast. Alasan lainnya yaitu ketika wanita tidak shalat karena haid, itu merupakan bukti kepatuhan kepada Allah sehingga bernilai pahala.

Semoga bermanfaat.

Kepribadian Seorang Muslim (26): Menghilangkan gangguan di jalan

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-4: Seri Kepribadian Seorang Muslim
Edisi Agustus 2026
FIKES UNIMMA

Kepribadian Seorang Muslim (26): Menghilangkan gangguan di jalan

Sedekah tidak selalu dengan uang atau harta, namun bisa dalam bentuk perbuatan yang baik. Salah satunya adalah dengan menghilangkan gangguan di jalan sebagaimana dalam hadits shahih riwayat Bukhari no. 2989.

Bahkan nabi pernah menyampaikan bahwa Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh cabang lebih dan yang paling bawah atau ringan adalah menyingkirkan gangguan dari jalan (HR. Muslim, no.35 (58), Shahih).

Gangguan di jalan yang semestinya kita singkirkan tidak hanya terbatas pada benda fisik seperti batu, duri, kayu, pohon tumbang, dahan patah, pecahan kaca, atau bangkai hewan.

Lebih dari itu, menyingkirkan gangguan juga mencakup etika berkendara, seperti memarkir kendaraan secara benar, tidak berhenti sembarangan yang dapat memicu kemacetan, serta tidak memaksakan diri berkendara jika belum mahir menyetir.

Demikian salah satu karakter seorang Muslim yaitu semangat bersedekah dengan perbuatan baik.

Semoga bermanfaat.

Tanda Hari Kiamat (36): Menghijaunya Jazirah Arab

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-3: Seri Tanda Hari Kiamat
Edisi Agustus 2026
FIKES UNIMMA

Tanda Hari Kiamat (36): Menghijaunya Jazirah Arab

Nabi pernah bersabda bahwa tidak akan terjadi kiamat sampai hingga negeri-negeri Arab kembali menjadi kebun-kebun dan sungai-sungai” (HR. Muslim no. 157; Shahih).

Istilah “kembali menjadi” bermakna bahwa zaman dulu negara Arab awalnya penuh dengan tumbuhan yang hijau.

https://newsroom.northumbria.ac.uk/pressreleases/new-study-reveals-arabias-green-past-over-the-last-8-million-years-3380408

Dan ketika semakin mendekati Hari Kiamat, negara-negara tersebut akan menjadi hijau penuh tanaman yang subur.

Sebagian ahli menyampaikan bahwa hal tersebut karena beberapa perubahan cuaca dan lingkungan

https://www.newarab.com/news/expert-reveals-how-end-times-sign-will-turn-saudi-arabia-green

Namun kondisi real sekarang, Jazirah Arab masih didominasi oleh gurun-gurun yang tandus daripada kebun-kebun dan sungai-sungai. Sehingga tanda kiamat berupa kembalinya negeri Arab menjadi kebun-kebun, belum terjadi secara sempurna.

Semoga bermanfaat.

Surat al ‘Adiyat (Bagian 1)

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-2: Seri Tafsir Juz ‘Amma
Edisi Agustus 2026
FIKES UNIMMA

Surat al ‘Adiyat (Bagian 1)

Berikut tafsir dari surat tersebut:

Pertama
Surat ini adalah surat yang ke-100 di dalam al Qur’an, terdiri dari 11 ayat, dan termasuk surat Makkiyah (turun di Mekah sebelum Nabi hijrah ke Madinah).

Kedua
Di ayat pertama Allah bersumpah dengan nama Kuda. Hal ini menunjukkan keistimewaan khusus hewan tersebut khusus dibanding hewan lainnya.

Karena kuda adalah contoh makhluk yang sangat setia dan tahu berterimakasih kepada tuannya atau orang yang memberinya penghidupan (Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur oleh Umar Al Muqbil).

Kuda juga merupakan lambang kecepatan atau kekuatan. Bahkan sebagian engineer klasik menggunakan istilah “horsepower” yang diambil dari filosofi hewan kuda.

https://www.thoughtco.com/where-did-the-term-horsepower-come-from-4153171

Bersambung…