Jul 4, 2025
Kajian Online Pekanan
Pekan ke-1: Seri Aqidah Nama & Sifat Allah
Edisi Juli 2025
FIKES UNIMMA
Al Fattaah
Al Fattah merupakan salah satu nama Allah yang bermakna bahwa Allah maha membuka pintu rezeki dan maha memutuskan sesuatu di dunia (An Nihayah fi Gariibil Hadits wal Atsar no.3/771 karya Ibnu Atsir Al Jazari).
Maha membuka pintu rezeki maksudnya, Allah satu-satunya Dzat yang memiliki kekuasaan memberikan rezeki. Meskipun seringkali melalui perantara manusia.
Rezeki tidak hanya terbatas materi. Tetapi juga mencakup segala bentuk kebaikan dan kemudahan dalam hidup. Misalnya kesehatan, kebahagiaan, keamanan, kenyamnan, rezeki ilmu, rasa optimis, dan sebagainya.
Sementara itu, maha memutuskan sesuatu maksudnya Allah berkuasa untuk memutuskan sesuatu dalam semua aspek kehidupan.
Misalnya, keputusan tentang keberhasilan hidup. Seseorang yang totalitas berusaha, maka mungkin di kemudian hari Allah akan memutuskan untuk memberinya keberhasilan dalam mencapai keinginannya. Asalkan itu baik bagi dunia dan akhiratnya, maka insyaallah Allah akan membantu mewujudkannya.
Sebaliknya, seseorang yang menginginkan sesuatu hal baik namun setengah-setengah usahanya, maka mungkin ia tidak akan mencapai keberhasilan sebagaimana yang diinginkan.
Karena Allah hanya akan memberikan keberhasilan kepada mereka yang berusaha dengan sungguh-sungguh dan tidak mudah patah semangat.
Semoga bermanfaat.
Jul 4, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-4: Seri Kepribadian Seorang Muslim
Edisi Juni 2025
FIKES UNIMMA
Kepribadian Seorang Muslim (14): Hanya sibuk dengan yang bermanfaat
Salah satu ciri khas karakter atau kepribadian seorang Muslim yang baik adalah senantiasa mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat, baik untuk dunia ataupun akhiratnya.
Hal ini sejalan dengan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menyatakan bahwa di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah ketika ia mampu meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat dalam kehidupannya (HR. At Tirmidzi no.2318, Hasan lighairihi).
Namun perlu digarisbawahi bahwa ukuran “manfaat” atau “tidaknya” sesuatu, tidak bisa ditentukan dari logika, analisis, perasaan atau bahkan hawa nafsu kita pribadi. Tapi wajib ditimbang dan diukur berdasarkan aturan syariat yang telah ditetapkan Allah dan RasulNya.
Singkat kata, sesuatu yang tidak bermanfaat adalah yang juga tidak bermanfaat dalam pandangan syariat. Berlaku juga sebaliknya, sesuatu yang bermanfaat pasti juga bermanfaat atau bahkan dibolehkan untuk dilakukan menurut syariat.
Jun 20, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-3: Seri Tanda Hari Kiamat
Edisi Juni 2025
FIKES UNIMMA
Tanda Hari Kiamat (24): Maraknya pembunuhan
Nabi telah menyampaikan bahwa di antara tanda semakin dekatnya Hari Kiamat adalah semakin banyaknya kasus pembunuhan dimana-mana (HR. Muslim no. 2908, Shahih).
Apa yang beliau sampaikan benar-benar nyata terjadi saat ini. Bahkan hampir setiap hari kasus-kasus tersebut menjadi liputan berita. Fenomena ini menunjukkan bahwa semakin mendekati Hari Kiamat, kemampuan manusia dalam mengendalikan emosi semakin berkurang.
Pemicunya biasanya dari konflik sehari-hari misalnya asmara, warisan, jabatan, politik, hingga dendam. Atau bahkan masalah sepele lainnya misalnya saling ejek, tidak dibelikan sesuatu, dan sebagainya. Hal-hal tersebut memicu kemarahan sesaat, perilaku agresif verbal dan fisik yang kemudian berakhir dengan pembunuhan.
Oleh karena itu, Islam menekankan pentingnya menjadi “seorang Muslim yang stabil emosinya”, sebagai upaya preventif terhadap perilaku yang merugikan orang lain.
Tidak hanya itu saja, beragam edukasi kesehatan jiwa atau mental yang berkaitan dengan pengendalian diri nampaknya sudah menjadi kebutuhan wajib di waktu-waktu ini.
Semoga Allah menjaga kita semuanya, Aamiin.
Jun 20, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-2: Seri Tafsir Juz ‘Amma
Edisi Juni 2025
FIKES UNIMMA
Tafsir Surat Al Maa’uun
Berikut beberapa penjelasan Tafsir surat tersebut:
Pertama
Surat ini menegaskan akan wajibnya meyakini hari pembalasan di akhirat. Hari tersebut nyata adanya, tinggal menunggu waktu saja. Di hari tersebut, perbuatan baik di dunia akan mendapatkan balasan yang serupa atau lebih. Begitu sebaliknya (Tafsir Li Yaddabbaru Ayatih oleh Umar bin Abdullah Al Muqbil).
Tidak cukup hanya diyakini, namun harus ada aksi nyata untuk menyelamatkan kehidupan akhirat kita nanti.
Kedua
Pentingnya memiliki adab ketika menolak memberi kepada peminta-minta (Tafsir Al Mukhtashar oleh Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram).
Memberi atau sedekah adalah hal yang disyariatkan. Namun di zaman sekarang ini, kita harus bisa memilih mana yang layak diberi dan mana yang tidak semestinya diberi.
Jika ingin memberi, berilah sesuatu yang memang itu layak dijadikan pemberian. Namun jika ingin menolak, maka tolaklah dengan etika verbal dan non verbal yang baik.
Ketiga
Surat ini menegaskan akan pentingnya serius dalam menjalankan shalat wajib, baik itu niatnya, waktunya, tata caranya, rukun, atau syarat sahnya (Tafsir Al Madinah Al Munawwarah oleh Dr. Imad Zuhair Hafidz).
Baiknya shalat merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki baiknya kehidupan akhirat. Karena shalat menjadi amal yang pertama kali dimintai pertanggung jawaban di akhirat. Jika baik shalatnya, maka semoga baik pula amal-amal yang lainnya.
Semoga bermanfaat.
Jun 6, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-1: Spesial Idul Adha
Edisi Juni 2025
FIKES UNIMMA
Ketika ‘Ied di hari Jumat
Terdapat beberapa pandangan menarik ketika hari ‘Ied (Idul Adha, misalnya) berbarengan dengan Hari Jumat:
Pertama
Seorang laki-laki Muslim yang telah shalat ‘Ied, maka boleh tidak Jumatan (HR. Abu Daud no.1073, Al Hakim 1064. Shahih). Namun tetap wajib, Zhuhuran.
Kedua
Yang tidak shalat ‘Ied, maka wajib Jumatan (HR. Abu Daud no.1073, Al Hakim 1064. Shahih).
Ketiga
Yang tidak shalat ‘Ied dan tidak Jumatan, maka tetap wajib Zhuhuran (HR. Abu Daud no.1071, Shahih).
Keempat
Yang tidak boleh sama sekali adalah tidak shalat ‘Ied, tidak Jumatan dan tidak Zhuhuran.
Namun bagi sebagian orang, tidak jumatan adalah hal yang mungkin agak gimana gitu. Meski mereka paginya sudah shalat ‘Iedul Adha.
Oleh sebab itu, jika dikuatirkan muncul fitnah ditengah keluarga atau masyarakat, maka Jumatan saja akan lebih baik. Toh, itu bukan hal yang berat karena sudah menjadi rutinitas setiap pekan.
Semoga bermanfaat.
May 30, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-5: Suplemen
Edisi Mei 2025
FIKES UNIMMA
Nyaris saja…
Kurang lebih tujuh hari lagi kita akan merayakan Idul Adha. Hari raya ini menyimpan banyak sesuatu yang berharga bagi setiap Muslim.
Salah satunya adalah kepatuhan dan kecintaan yang luar biasa dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail alaihimusallam kepada Allah. Sebagaimana diabadikan dalam QS. Ash Shaffat ayat 102:
Maka tatkala anak itu sampai (pada usia sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku sedang menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
Beberapa saat kemudian Nabi Ibrahim sudah siap untuk menyembelih Nabi Ismail (anaknya), tiba-tiba saja Allah memerintahkan untuk menghentikan perbuatan itu dengan turunnya QS. Ash Shaffat ayat 107:
“Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”
Nyari saja…
Jika Allah tidak menurunkan QS. As-Shaffat ayat 107, mungkin hari ini akan menjadi lain lagi ceritanya.
Semoga Allah subhaanahu wa ta’ala melapangkan hati dan rezeki kita untuk berkurban, Aamiin.
Recent Comments