Aug 15, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-3: Seri Tanda Hari Kiamat
Edisi Agustus 2025
FIKES UNIMMA
Tanda Hari Kiamat (26): Buruknya interaksi bertetangga
Nabi menyampaikan bahwa di antara tanda semakin dekatnya Hari Kiamat adalah mulai banyaknya interaksi yang buruk dengan tetangga (HR Ahmad No.X/26-31, Shahih).
“Tetangga” adalah mereka yang rumahnya menempel dengan dinding rumah kita, atau yang berjama’ah shalat di masjid bersama kita, atau warga yang tinggal satu kampung, atau warga satu kota, atau empat puluh rumah (40) dari setiap penjuru arah rumah kita (Mughnil Muhtaj No.4: 95 karya Al Shirbini).
Nabi menegaskan bahwa kebaikan iman seseorang dapat dinilai dari baik atau buruknya kehidupan bertetangga (HR. Bukhari No. 6018, Shahih). Maka, menjaga hubungan yang harmonis adalah sebuah keharusan, tanpa memandang apakah tetangga kita itu Muslim atau non-Muslim.
Namun, di tengah dinamika sosial yang kompleks yang bercampur dengan sifat egosentris, nilai-nilai moral tersebut sayangnya sering tergerus. Hal ini memicu kerumitan berinteraksi dengan tetangga.
Contoh, memutar musik/film dengan suara over loud, memarkir kendaraan yang menghalangi akses, mengganggu secara fisik, tidak menghormati batas properti tetangga, tidak berkomunikasi yang baik dengan tetangga, terlalu eksklusif dengan tetangga, dan sebagainya.
Semoga Allah menjaga interaksi kita dengan tetangga, Aamiin.
Aug 8, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-2: Seri Tafsir Juz ‘Amma
Edisi Agustus 2025
FIKES UNIMMA
Tafsir Surat Quraisy (2 – terakhir)
Bagian pertama Tafsir surat ini sudah disampaikan di edisi lalu dan dapat diakses melalui tautan di bawah ini:
https://fikes.unimma.ac.id/tafsir-surat-quraisy/
Berikut kelanjutannya.
Keempat
Surat ini mengajarkan bahwa sesulit apapun kondisi kehidupan seorang Muslim, maka jangan pernah menduakan Allah dalam Ibadah.
Misalnya, mempercayai zodiak, membenarkan ucapan dukun, memakai jimat, menggunakan penglaris, memelihara tuyul atau jin, meyakini hari-hari sial, dan hal-hal yang sejenis lainnya.
Kelima
Surat ini mendidik untuk selalu mensyukuri nikmat makanan dan rasa aman. Karena dua hal tersebut merupakan sebagian dari pokok ketenangan hidup seorang Muslim.
Terpenuhinya kebutuhan makanan tapi tanpa rasa aman, atau sebaliknya, lingkungan yang aman tapi tanpa ketersediaan makanan, akan menimbulkan beragam masalah. Apalagi jika keduanya tidak terpenuhi, maka kehidupan akan menjadi semakin rumit. Dan inilah salah satu potret realitas yang dialami kaum Muslimin di Palestina saat ini.
Semoga Allah segera menuntaskan segala masalah mereka, Aamiin.
Selesai Tafsir Surat Quraisy.
Aug 2, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-1: Seri Aqidah Nama & Sifat Allah
Edisi Agustus 2025
FIKES UNIMMA
Al `Aliim
Al ‘Aliim bermakna bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu dengan detail, baik yang sudah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi (Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam no.1/409 karya Ibnu Rajab Al Hambali).
Di antara dalil dari nama ini adalah QS. Al Maidah ayat 97 dan Al Imran ayat 35.
Dari nama Al ‘Aliim ini, setiap Muslim diajarkan untuk senantiasa berhati-hati dalam setiap perkataan dan perbuatan. Sebab tidak ada satu pun rahasia yang tersembunyi dari pandangan-Nya. Bahkan niat (baik atau buruk) yang terlintas di dalam hati kita sekalipun akan diketahui Allah.
Selain itu, memahami nama Al-‘Alim juga membawa ketenangan hidup bagi seorang Muslim ketika menghadapi kesulitan atau ketidakpastian. Dengan nama ini, kita diajarkan untuk berserah diri, tawakal, dan mempercayai rencana Allah. Kita tidak perlu putus asa ketika menghadapi sesuatu yang belum jelas akhirnya, karena pengetahuan Allah jauh lebih luas daripada apa yang kita ketahui.
Semoga bermanfaat.
Jul 25, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-4: Seri Kepribadian Seorang Muslim
Edisi Juli 2025
FIKES UNIMMA
Kepribadian Seorang Muslim (15): Bersikap wara’
Wara’ adalah sikap bijak dalam meninggalkan sesuatu yang masih syubhat dan tidak berlebihan dalam melakukan sesuatu yang mubah (Madarijus Salikin karya Ibnu Qudamah).
Syubhat adalah hal yang belum jelas halal haramnya atau baik buruknya. Jika kita dihadapkan dengan hal tersebut, maka lebih baik ditinggalkan/dijauhi/tidak dipilih/tidak dilakukan. Lebih aman. Karena hal yang tidak jelas statusnya dan dipaksakan untuk dipilih, biasanya cenderung rentan berdampak negatif.
Sementara itu, mubah adalah sesuatu yang dibolehkan syariat. Meski begitu, Nabi menekankan untuk tidak berlebihan dalam hal tersebut. Misalnya, menghindari berlebihan dalam berbelanja, berlebihan melakukan hobi atau rekreasi, bekerja dalam rentang waktu yang tidak wajar, atau bersantai secara berlebihan sehingga mengurangi produktivitas, dan lain sebagainya.
Oleh sebab itu, Nabi mengingatkan pentingnya memiliki karakter wara’ karena dapat membawa kebaikan dunia akhirat (HR. Bukhari no.52, Shahih). Meskipun efek wara’ mungkin tidak langsung terasa, namun banyak orang yang kemudian menyadari betapa pentingnya sifat ini dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga bermanfaat.
Jul 18, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-3: Seri Tanda Hari Kiamat
Edisi Juli 2025
FIKES UNIMMA
Tanda Hari Kiamat (25): Maraknya ucapan toxic
Nabi menyampaikan bahwa di antara tanda semakin dekatnya Hari Kiamat adalah maraknya ucapan kotor serta manusia terbiasa melakukannya (HR. Ahmad no.X/26-31 dan dishahihkan oleh Adz Dzhahabi).
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan kata kotor sebagai kata-kata yang melanggar norma kesusilaan, tidak patut, atau kata yang tidak senonoh.
Tanda tersebut nampaknya sudah terlihat di banyak tempat, baik di sosial media atau di obrolan sehari-hari. Bahkan sebagian masyarakat sudah terbiasa mengucapkannya sehingga seolah-olah dianggap biasa (ternormalisasi). Padahal hal tersebut tidak biasa dan tidak normal.
Sebagai contoh -mohon maaf-, plesetan dari kata anjing (anjay, anjrit, anjir), dan masih banyak yang lainnya.
Bagi seorang Muslim, sudah sangat jelas kata-kata atau kalimat mana yang pantas untuk diucapkan dan mana yang tidak. Namun, terkadang respon reflek dapat memicu keluarnya kata-kata tersebut. Sayangnya, refleks ini muncul karena kebiasaan atau pengaruh dari lingkungan sekitar yang terbiasa menggunakan ungkapan tersebut.
Benar apa yang disampaikan Nabi bahwa lingkungan akan membentuk perilaku seseorang (HR. Bukhari no.5534, Shahih). Jika lingkungan baik, maka akan baik perilakunya. Begitu juga sebaliknya.
Semoga Allah menjaga ucapan kita semuanya, aamiin.
Jul 11, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-2: Seri Tafsir Juz ‘Amma
Edisi Juli 2025
FIKES UNIMMA
Tafsir Surat Quraisy (Bagian 1)
Berikut beberapa hal menarik dari surat ini, yaitu:
Pertama
Surat Quraisy tergolong Surat Makkiyah yaitu surat yang turun di Makkah atau sebelum Nabi hijrah ke Madinah. Ia adalah surat ke-29 yang diturunkan kepada Nabi.
Kedua
Quraisy bukanlah suku yang jahat, kejam, memusuhi kebenaran dan anti Allah.
Namun, Quraisy merupakan nama kabilah / suku yang melahirkan individu-individu dengan beragam karakter, baik yang shalih maupun yang tidak. Nabi Muhammad beserta mayoritas sahabat Muhajirin adalah keturunan asli dari kabilah ini.
Bahkan nama Quraisy berasal dari nama kakek Nabi Muhammad yang ke-11 atau 13, dimana kakek beliau juga keturunan Nabi Ismail alaihisallam (HR. Muslim, no.2276, Shahih).
Ketiga
Surat ini masih ada kaitannya dengan surat Al Fiil, dimana Allah memenangkan kabilah Quraisy dari pasukan Gajah.
Pasukan tersebut datang dari Yaman atas perintah Gubernur yang bernama Abrahah. Awalnya ia berencana menghancurkan Ka’bah dan memindahkan ibadah haji ke Yaman, namun gagal total. Karena Allah mengirimkan banyak burung yang membawa batu untuk menyerang pasukan tersebut.
Kisah tersebut terjadi 40 tahun sebelum diutusnya Nabi Muhammad. Bahkan, sebagian saksi mata peristiwa itu masih hidup ketika Muhammad di angkat menjadi Nabi/Rasul. (Referensi: Kisah Pasukan Bergajah dari Website Al Manhaj).
Bersambung…
Recent Comments