Dapat pahala ketika meninggalkan shalat

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-5: Suplemen
Edisi Agustus 2026
FIKES UNIMMA

Dapat pahala ketika meninggalkan shalat

Terdapat suatu kondisi ketika seseorang justru mendapatkan pahala saat meninggalkan salat, yaitu ketika seorang wanita sedang mengalami haid. Pada kondisi tersebut, ia bahkan dilarang untuk mendirikan salat.

Jika seseorang nekat bersalat saat haid padahal mengetahui keharamannya, ia justru akan berdosa (Al Fawaidu Muntaqa Min Syarhi Shahih Muslim karya Sulton bin Abdillah al Umari).

Di antara alasannya adalah bahwa darah haid termasuk hadast. Sementara di sisi lain, salah satu syarat sah shalat adalah terbebas dari hadast. Alasan lainnya yaitu ketika wanita tidak shalat karena haid, itu merupakan bukti kepatuhan kepada Allah sehingga bernilai pahala.

Semoga bermanfaat.

Kepribadian Seorang Muslim (26): Menghilangkan gangguan di jalan

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-4: Seri Kepribadian Seorang Muslim
Edisi Agustus 2026
FIKES UNIMMA

Kepribadian Seorang Muslim (26): Menghilangkan gangguan di jalan

Sedekah tidak selalu dengan uang atau harta, namun bisa dalam bentuk perbuatan yang baik. Salah satunya adalah dengan menghilangkan gangguan di jalan sebagaimana dalam hadits shahih riwayat Bukhari no. 2989.

Bahkan nabi pernah menyampaikan bahwa Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh cabang lebih dan yang paling bawah atau ringan adalah menyingkirkan gangguan dari jalan (HR. Muslim, no.35 (58), Shahih).

Gangguan di jalan yang semestinya kita singkirkan tidak hanya terbatas pada benda fisik seperti batu, duri, kayu, pohon tumbang, dahan patah, pecahan kaca, atau bangkai hewan.

Lebih dari itu, menyingkirkan gangguan juga mencakup etika berkendara, seperti memarkir kendaraan secara benar, tidak berhenti sembarangan yang dapat memicu kemacetan, serta tidak memaksakan diri berkendara jika belum mahir menyetir.

Demikian salah satu karakter seorang Muslim yaitu semangat bersedekah dengan perbuatan baik.

Semoga bermanfaat.

Tanda Hari Kiamat (36): Menghijaunya Jazirah Arab

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-3: Seri Tanda Hari Kiamat
Edisi Agustus 2026
FIKES UNIMMA

Tanda Hari Kiamat (36): Menghijaunya Jazirah Arab

Nabi pernah bersabda bahwa tidak akan terjadi kiamat sampai hingga negeri-negeri Arab kembali menjadi kebun-kebun dan sungai-sungai” (HR. Muslim no. 157; Shahih).

Istilah “kembali menjadi” bermakna bahwa zaman dulu negara Arab awalnya penuh dengan tumbuhan yang hijau.

https://newsroom.northumbria.ac.uk/pressreleases/new-study-reveals-arabias-green-past-over-the-last-8-million-years-3380408

Dan ketika semakin mendekati Hari Kiamat, negara-negara tersebut akan menjadi hijau penuh tanaman yang subur.

Sebagian ahli menyampaikan bahwa hal tersebut karena beberapa perubahan cuaca dan lingkungan

https://www.newarab.com/news/expert-reveals-how-end-times-sign-will-turn-saudi-arabia-green

Namun kondisi real sekarang, Jazirah Arab masih didominasi oleh gurun-gurun yang tandus daripada kebun-kebun dan sungai-sungai. Sehingga tanda kiamat berupa kembalinya negeri Arab menjadi kebun-kebun, belum terjadi secara sempurna.

Semoga bermanfaat.

Surat al ‘Adiyat (Bagian 1)

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-2: Seri Tafsir Juz ‘Amma
Edisi Agustus 2026
FIKES UNIMMA

Surat al ‘Adiyat (Bagian 1)

Berikut tafsir dari surat tersebut:

Pertama
Surat ini adalah surat yang ke-100 di dalam al Qur’an, terdiri dari 11 ayat, dan termasuk surat Makkiyah (turun di Mekah sebelum Nabi hijrah ke Madinah).

Kedua
Di ayat pertama Allah bersumpah dengan nama Kuda. Hal ini menunjukkan keistimewaan khusus hewan tersebut khusus dibanding hewan lainnya.

Karena kuda adalah contoh makhluk yang sangat setia dan tahu berterimakasih kepada tuannya atau orang yang memberinya penghidupan (Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur oleh Umar Al Muqbil).

Kuda juga merupakan lambang kecepatan atau kekuatan. Bahkan sebagian engineer klasik menggunakan istilah “horsepower” yang diambil dari filosofi hewan kuda.

https://www.thoughtco.com/where-did-the-term-horsepower-come-from-4153171

Bersambung…

Al `Adl

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-1: Seri Aqidah Nama & Sifat Allah
Edisi Agustus 2026
FIKES UNIMMA

Al `Adl

Nama atau sifat ini bermakna bahwa Allah Maha Adil dengan semua perbuatan-Nya, tanpa sedikit pun mengandung unsur kezaliman (QS. Al An‘am ayat 115; Syaraḥ An Nūniyyah no.2:98 karya Ibnu Utsaimin).

Meyakini sifat tersebut akan semakin menyadarkan seorang Muslim bahwa tidak ada satu pun perbuatan manusia yang luput dari perhitungan-Nya. Setiap kebaikan atau kejahatan sekecil apa pun (dzarrah) akan mendapatkan balasan yang setimpal.

Hikmah lainnya yaitu dengan mengimani Al-‘Adl, kita yakin bahwa semua takdir Allah selalu tepat sasaran, sesuai dengan kondisi setiap orang dan tidak mungkin tertukar. Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi kita untuk iri atas nikmat orang lain.

Terakhir, di dunia, mungkin sering kali kita melihat kejahatan yang belum terbalas atau kebaikan yang belum dihargai. Mengimani Al-‘Adl memberikan kepastian bahwa di akhirat kelak (Yaumul Hisab), keadilan yang sejati dan mutlak akan ditegakkan. Orang yang terzalimi akan mendapatkan haknya, dan orang yang menzalimi akan menerima pembalasan yang setimpal.

Semoga bermanfaat.

Kepribadian Seorang Muslim (25): Sederhana sebagian dari iman

 

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-4: Seri Kepribadian Seorang Muslim
Edisi Juli 2026
FIKES UNIMMA

Kepribadian Seorang Muslim (25): Sederhana sebagian dari iman

Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa kesederhanaan dalam berpakaian merupakan sebagian dari iman (HR. Abu Dawud no.4161. Dihasankan oleh Ali Al Halabi dalam Arba’un haditsan fi Asysyahsyiyati al islamiyyah, hadits ke-29).

Kesederhanaan adalah bentuk kendali diri.

Dalam Islam, nilai seorang manusia tidak diukur dari merek atau harga pakaiannya, melainkan dari ketakwaannya.

Berpakaian sederhana membantu menjaga perasaan orang-orang di sekitar yang kurang beruntung secara finansial, sehingga tidak menimbulkan kesenjangan sosial.

Sederhana bukan berarti memakai pakaian yang kotor atau lusuh, melainkan berpakaian yang rapi, bersih, wajar, dan tentunya menutup aurat secara sempurna.

Prinsip kesederhanaan ini juga berlaku dalam cara kita membelinya. Seorang Muslim tentu dibolehkan membeli pakaian baru, namun hendaknya tidak berlebihan hingga menumpuk di lemari atau sekadar dikoleksi secara sia-sia.

Untuk mencegah penumpukan barang tersebut, sebagian orang menerapkan prinsip “Satu masuk, satu keluar”. Artinya, ketika membeli 1 baju baru, ada 1 baju lama yang dikeluarkan untuk disedekahkan.

Semoga bermanfaat.