Jun 6, 2026

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-1: Seri Aqidah Nama & Sifat Allah
Edisi Juni 2026
FIKES UNIMMA
Al Bashir
Al Bashir bermakna bahwa Allah Maha melihat segala sesuatu, termasuk juga perbuatan manusia dan seluruh makhluk di alam semesta (QS. Al Hadid ayat 4).
Nama ini juga menunjukkan bahwa Allah memiliki penglihatan dan bashirah (pengetahuan yang mendalam) terhadap segala sesuatu (Maha Mengetahui dan Maha Teliti terhadapnya).
Di antara hikmah mengimani Al Bashir adalah akan menyadarkan manusia bahwa Allah senantiasa melihat segala perbuatan, ucapan, dan isi hati. Tidak ada aktivitas sekecil apa pun yang terlepas dari pandangan-Nya, baik aktivitas positif maupun sebaliknya.
Dengan memahami hal tersebut, maka setidaknya dapat menumbuhkan motivasi untuk lebih berhati-hati dalam bertingkah laku, lebih menjaga diri dan kehormatan, kapan pun dan di mana pun kita berada.
Semoga Allah menjaga kita semuanya, Aamiin.
May 30, 2026

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-5: Suplemen
Edisi Mei 2026
FIKES UNIMMA
Sembuh dengan sedekah
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah” (HR. Abu Dawud dalam Al Marasil no.105. Hadits hasan dalam Shahih Al Jaami’ no.3358 karya Al Albani).
Sedekah tersebut disesuaikan dengan keadaan penyakit dan kondisi penderita. Jika penyakitnya berat, maka disarankan memperbanyak sedekah (Al Madkhal no. 4/141 karya Ibnu Al Hajj).
Pesan nabi tersebut mengindikasikan bahwa untuk mencapai sebuah kesembuhan, seorang Muslim tidak cukup hanya mengandalkan obat-obatan kimia dan pengobatan lainnya. Namun juga perlu dengan pendekatan amal ibadah dan salah satunya melalui sedekah.
Semoga Allah menjaga Kesehatan kita semuanya, Aamiin.
May 23, 2026

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-4: Seri Kepribadian Seorang Muslim
Edisi Mei 2026
FIKES UNIMMA
Kepribadian Seorang Muslim (23): Menghindari perdebatan
Nabi pernah menyampaikan bahwa seorang yang meninggalkan perdebatan, padahal dia berada di atas kebenaran, maka Allah akan membangunkan rumah di surga (Shahih At Targhib wa at Tarhib no.138 karya Al Albani).
Debat yang Nabi maksud adalah jidal atau debat kusir yaitu perdebatan kosong yang tidak ada ujungnya dan biasanya tidak menghasilkan kesepakatan atau solusi apa pun.
Menghindari perdebatan yang tidak bermanfaat adalah bentuk kecerdasan emosional, spiritual dan bagian dari karakter kepribadian seorang Muslim.
Menghindari perdebatan bukan berarti kalah, melainkan langkah bijaksana untuk menghemat energi, menjaga ketenangan batin, serta menghindari permusuhan di antara sesama.
Semoga bermanfaat.
May 17, 2026

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-3: Seri Tanda Hari Kiamat
Edisi Mei 2026
FIKES UNIMMA
Tanda Hari Kiamat (33): Banyak orang putus asa dan berharap kematian
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan bahwa salah satu tanda semakin dekatnya hari kiamat adalah banyaknya orang yang berharap mati ketika ditimpa masalah atau beban hidup (HR. Muslim, No. 157).
Fenomena ini terjadi karena beratnya cobaan hidup—baik karena faktor finansial, penyakit, maupun persoalan lainnya—membuat mereka berputus asa (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no.2/121 karya Al Albani).
Hadis tersebut menunjukkan bahwa seiring berjalannya waktu, kemampuan sebagian orang untuk bertahan secara psikologis perlahan semakin berkurang sehingga mereka cenderung mencari jalan pintas untuk menyelesaikan masalah. Misalnya dengan bunuh diri atau minimal berharap agar kematian segera datang ketika pikiran mereka buntu dan ruwet.
Oleh karena itu, salah satu cara untuk mencegah keputusasaan adalah mengubah pola pikir atau cara pandang terhadap musibah dan kesulitan hidup. Hal ini dapat dilakukan dengan memaknai musibah sebagai sarana penghapusan dosa (HR. Muslim no. 2573, Shahih), sekaligus bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya (HR. Ibnu Majah no. 4031, Hasan).
Di samping itu, seorang muslim juga harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah ketika ditimpa kesulitan hidup, serta wajib mencari solusi melalui cara-cara yang halal.
Semoga bermanfaat.
May 10, 2026

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-2: Seri Tafsir Juz ‘Amma
Edisi Mei 2026
FIKES UNIMMA
Tafsir Surat At Takatsur (Bagian 2 – Selesai)
Tafsir surat ini sudah disampaikan di edisi pertama di bawah ini:
https://fikes.unimma.ac.id/tafsir-surat-at-takatsur/
Berikut kelanjutannya.
Ketiga
Ayat ini memberikan penjelasan tentang konsep ilmu yakin, ‘ainul yakin dan haqqul yakin.
Ilmu yakin adalah sesuatu yang hanya diketahui dari mendengar tanpa melihatnya secara langsung. ‘Ainul yakin adalah level atasnya dari ilmu yakin karena menyaksikan sesuatu tersebut langsung. Sementara itu haqqul yakin adalah merasakan sesuatu tersebut dengan langsung.
Contoh tentang makanan tertentu. Jika makanan tersebut sebatas diketahui dari orang yang bercerita, maka disebut ilmu yakin. Jika kita mengetahuinya dengan melihat langsung, maka disebut ‘ainul yakin. Jika kita akhirnya merasakan langsung makanan tersebut, maka haqqul yakin.
Keempat
Seorang Muslim akan ditanya Allah tentang nikmat yang ia dapatkan selama ini, apakah disyukuri? Apakah digunakan untuk hal-hal yang diridhai Allah? Atau justru sebaliknya.
Kelima
Allah menegaskan dalam surat ini akan pentingnya ziarah kubur. Karena dapat mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanya sesaat (HR. Muslim no.976, Shahih).
Semoga bermanfaat.
May 1, 2026

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-1: Seri Aqidah Nama & Sifat Allah
Edisi Mei 2026
FIKES UNIMMA
As Sami’
As Sami’ bermakna bahwa Allah Maha Mendengar segala bentuk suara dari seluruh makhluk-Nya, baik yang jauh maupun dekat, serta yang keras maupun lirih (QS Ar Ra’du ayat 10; QS Al Mujadilah ayat 1).
Lebih jauh lagi, makna “Maha Mendengar” juga mencakup pengertian bahwa Allah mengabulkan doa dan memberikan pahala atas permohonan yang dipanjatkan (QS Ibrahim ayat 39). Dalam hal ini, seorang hamba memperoleh dua keuntungan sekaligus dalam berdoa: meskipun suatu doa belum dikabulkan, Allah tetap akan mencatat pahala atas ibadah doa tersebut.
Salah satu hikmah mengimani sifat As-Sami’ adalah agar kita senantiasa menjaga lisan dari ucapan yang tidak diridai Allah. Hal ini dikarenakan setiap perkataan kita, baik yang telah terucap maupun yang baru sekadar terbersit dalam niat, tidak luput dari pendengaran Allah.
Hikmah lainnya adalah agar kita selalu menyandarkan hati kepada Allah dengan berdoa dalam setiap kebutuhan. Idealnya, ketika seorang Muslim memiliki keperluan, ia akan memprioritaskan diri untuk memohon kepada Allah dengan tulus sebelum meminta bantuan kepada sesama manusia.
Semoga bermanfaat.
Recent Comments