Sep 27, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-4: Seri Kepribadian Seorang Muslim
Edisi September 2025
FIKES UNIMMA
Kepribadian Seorang Muslim (17): Mudah berempati
Empati dan simpati mungkin terlihat serupa, namun sebenarnya keduanya memiliki makna yang berbeda. Perbedaan utamanya terletak pada tingkat keterlibatan emosional dan cara memandang situasi orang lain.
Simpati hanya sebatas memiliki rasa kasihan terhadap keadaan orang lain. Sementara itu, empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain dari sudut pandang mereka sendiri.
https://www.simplypsychology.org/sympathy-empathy-compassion.html
Empati memiliki makna yang lebih mendalam dibandingkan simpati. Orang yang mampu berempati dapat memahami dan merasakan kondisi orang lain, sehingga akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan cenderung menghindari tindakan yang dapat merugikan orang lain.
Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam-pun demikian. Beliau selalu mengajarkan kepada para sahabatnya untuk selalu dapat berempati atau peka terhadap kondisi orang lain (HR. Muslim no. 2586, 8442 Shahih).
Demikianlah agama Islam. Selain memperhatikan aspek ibadah kepada Allah, juga memiliki atensi yang besar terhadap pembentukan karakter seorang Muslim, di antaranya adalah kemampuan berempati.
Benar apa yang disampaikan sebagian orang bahwa “sikap empati itu perlu dilatih setiap hari”.
Semoga bermanfaat.
Sep 19, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-3: Seri Tanda Hari Kiamat
Edisi September 2025
FIKES UNIMMA
Tanda Hari Kiamat (27): Orang tua yang berdandan seperti anak muda
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan bahwa salah satu tanda semakin dekatnya hari kiamat adalah orang tua yang meniru gaya anak muda dalam berhias. Di antaranya adalah menyemir rambut dengan warna hitam (HR. Imam Ahmad No. IV/156, no. 247). Terkait menyemir tersebut, ada hadits khusus yang melarangnya (Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb no. 2097 karya Al Albani).
Prinsip dalam berdandan adalah menutup aurat dan tidak ada tambahan aspek lain yang masuk kategori “red flag” (larangan) syariat. Misalnya, menyemir warna hitam (bagi laki-laki), memakai parfum berlebihan sehingga baunya tercium kemana-mana (bagi perempuan), dan lain-lain.
Oleh karena itu, seorang Muslim semestinya berdandan sebagaimana usianya saat ini serta memperhatikan standar keluwesan atau norma kepantasan kehidupan sehari-hari di Indonesia. Bahkan, sebagian masyarakat kita cenderung mengaitkan orang tua yang berpenampilan seperti anak muda dengan istilah ‘puber kedua’, yang seringkali memiliki konotasi negatif.
Apa yang disampaikan Nabi di atas hanyalah sebagai notifikasi bahwa semakin dekatnya hari kiamat, maka akan terjadi berbagai perubahan tertentu yang terkadang tidak mengarah pada hal yang positif.
Semoga Allah menjaga kita semuanya, Aamiin.
Sep 12, 2025
Kajian Online Pekanan
Pekan ke-2: Seri Tafsir Juz ‘Amma
Edisi September 2025
FIKES UNIMMA
Tafsir Surat Al Fil
Surat ini mungkin salah satu surat di Juz 30 yang sering kita dengar atau baca saat shalat. Meskipun pendek, surat ini sarat makna tentang kisah pasukan gajah dan Ka’bah. Berikut beberapa intisari tafsir surat tersebut:
Pertama
Surat ini termasuk surat Makkiyah yaitu surat yang diturunkan sebelum Nabi bersama sahabat hijrah fisik ke Madinah.
Kedua
Surat ini menceritakan tentang pasukan gajah dari Yaman yang berniat menghancurkan Ka’bah di Mekah. Namun sebenarnya, peristiwa ini bermula dari tindakan sebagian orang Arab di Mekah yang menjelek-jelekkan gereja di Yaman.
Sikap tersebut memicu kemarahan Abrahah (Raja/Gubernur di Yaman) dan mendorongnya untuk membalas dengan menghancurkan Ka’bah (Majmu’atul Fatawa no.27:355-356 karya Ibnu Taimiyah).
Ketiga
Peristiwa pasukan gajah terjadi pada tahun yang sama dengan kelahiran Nabi Muhammad. Berdasarkan hadits, Nabi Muhammad lahir pada tahun gajah kemudian diangkat menjadi Rasul 40 tahun setelahnya (As Silsilah Ash Shahihah no.3152 karya Al Albani).
Bersambung…
Sep 6, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-1: Seri Aqidah Nama & Sifat Allah
Edisi September 2025
FIKES UNIMMA
Al Qaabidh
Al Qaabidh bermakna bahwa Allah memiliki hak penuh untuk mengambil, menahan, dan mencegah rezeki MakhlukNya. Di antara dalilnya adalah dalam QS. Al Baqarah ayat 245.
Nama tersebut menunjukkan bahwa Allah memiliki kuasa mengatur jumlah, waktu datang, dan segala aspek yang berkaitan dengan rezeki manusia.
Nama ini juga mengajarkan setiap Muslim untuk bertawakal dan berbaik sangka terhadap semua takdir rezekinya. Karena apa yang telah Allah berikan kepada kita hingga hari ini adalah yang terbaik dan sudah proporsional.
Oleh sebab itu, jika seorang Muslim diuji kesulitan ekonomi, barangkali Allah memiliki rencana indah di balik itu semua. Mungkin telah disiapkan rezeki dari arah yang tidak disangka. Demikian pula ketika Allah melimpahkan rezeki, mungkin Allah akan menguji kita dengan sesuatu yang berkaitan dengan rezeki tersebut (Aisarut Tafasir karya Abu Bakar Jabir Al Jazairi, Tafsir QS. Al Baqarah ayat 245).
Singkat kata, sebagian manusia yang disempitkan rezekinya, bukan berarti Allah tidak menyayanginya. Begitu juga sebaliknya, sebagian orang yang diluaskan rezekinya, bukan berarti Allah menyayanginya.
Semoga bermanfaat.
Aug 29, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-5: Suplemen
Edisi Agustus 2025
FIKES UNIMMA
Berawal dari coba-coba
Sebagian referensi menyampaikan bahwa pemicu pertama kali terjadinya perbuatan homo kaum Nabi Luth adalah para suami mencoba-coba berhubungan badan dengan isteri mereka melalui dubur (Tafsir Al Qurthubi no.3:96 karya Syamsuddin Al Qurthubi).
Godaan setan dan efek pergaulan kemudian mempengaruhi mereka kembali untuk berpikir tentang “Bagaimana jika dengan laki-laki?”. Akhirnya, mereka mencoba-coba lagi dan terjadilah. Bahkan sejak timbul kebiasaan itu, para laki-laki tersebut menjadi sama sekali tidak berhasrat dengan perempuan (Al Mukhtashar fii At Tafsir. Penerbit Markaz At Tafsir li Ad Dirasat Al Qur’an).
Perilaku tersebut tercatat sebagai penyimpangan seksual pertama kali dalam sejarah jin dan manusia (Tafsir Al Madinah Al Munawwarah karya Imad Zuhair Hafidz / Tafsir QS. Al A’raf ayat 80).
Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim. Beliau lahir di daerah antara Irak dan Armenia. Setelah berhijrah ke berbagai negeri, beliau kemudian diutus sebagai Rasul di negeri Sodom.
Kaum Nabi Luth akhirnya mendapat adzab berupa hujan batu panas yang bertubi-tubi sebagai hukuman atas perbuatan mereka. Adzab tersebut datang di waktu subuh (Al Mukhtashar fii At Tafsir. Penerbit Markaz At Tafsir li Ad Dirasat Al Qur’an).
Konon negeri tersebut berada di Tall Al Hammam, sebuah daerah di selatan Yordania. Sebagian ilmuwan masa kini mengungkap bahwa area tersebut dahulu pernah hancur karena “Powerful Airburst”. Mungkin sama dengan yang dimaksud dalam QS. Al Huud ayat 81-83.
https://www.scienceopen.com/hosted-document?doi=10.14293/ACI.2024.0005
Perbuatan tersebut lantas tidak kemudian berhenti. Beberapa dekade lalu sebuah dukuh di Indonesia juga memiliki kondisi yang serupa. Singkat cerita, dukuh tersebut lenyap sekejap tertimpa bongkahan gunung dalam satu malam. Berikut liputan menarik National Geographic Indonesia.
https://nationalgeographic.grid.id/read/133794362/singkap-sejarah-dukuh-sodom-di-dieng-yang-hilang-dalam-semalam?page=all
Semoga Allah menjaga kita dari mencoba-coba hal yang berpotensi membuka pintu keburukan, Aamiin.
Aug 22, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-4: Seri Kepribadian Seorang Muslim
Edisi Agustus 2025
FIKES UNIMMA
Kepribadian Seorang Muslim (16): Cerdas menakar nasihat
Menasihati orang lain adalah hal yang sangat baik dan termasuk ibadah yang mulia. Namun, memberikan nasihat juga perlu strategi. Salah satunya adalah menghindari overdosis menasihati.
Karena hal ini sejalan dengan contoh dari Nabi dan juga terlalu sering menasihati dapat mengurangi efektivitas nasihat itu sendiri (HR. Muslim, no.55, Shahih; HR. Muslim, no.2821, Shahih).
Di sisi lain, orang yang dinasihati perlu kesiapan yang baik untuk memahami. Jika disampaikan setiap hari, maka ada potensi mereka bingung nasihat mana yang harus diprioritaskan atau bagaimana memahami semua nasihat tersebut. Karena setiap orang punya kemampuan yang berbeda-beda dalam mencerna sebuah pesan.
Mungkin mereka akan paham setelah satu hari, satu minggu, satu bulan, atau lebih dari itu.
Bagian terpenting dari proses menasihati adalah membuat hati dan pikiran orang lain patuh menerima nasihat. Apalagi jika nasihat tersebut berkaitan dengan halal haram sesuatu.
Singkat kata, seorang Muslim harus cerdas menakar nasihatnya. Jangan terlalu sering, karena bisa jadi mereka akan jenuh dengan nasihat kita.
Ketika sudah jenuh, tujuan dan filosofi nasihat itu bisa dipastikan tidak akan tercapai.
Demikianlah keteladanan yang dicontohkan Nabi.
Semoga bermanfaat.
Recent Comments