Tafsir Surat Al Ikhlas (1)

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-2: Seri Tafsir Juz ‘Amma
Tahun ke-VIII/September/2024
Program “Go Islamic”
FIKES UNIMMA

Tafsir Surat Al Ikhlas (1)

Berikut beberapa pelajaran menarik dari Tafsir QS. Al Ikhlas, di antara:

Pertama
Surat ini termasuk surat Makkiyah yaitu surat yang diturunkan Allah ketika Nabi Muhammad masih berada di Mekah. Ketika itu orang-orang Musyrik bertanya kepada beliau “Sebutkan nasab Rabbmu kepada kami?”, kemudian turunlah ayat “Qul huwallahu ahad” (Katakan Allah itu Esa/satu dan tidak memiliki nasab/keturunan) (HR. Tirmidzi no.3364, Hasan).

Kedua
Surat ini menegaskan bahwa Allah tidak memiliki anak atau diperanakkan. Dia adalah Dzat yang satu, abadi dan tidak akan pernah memiliki akhir/kematian (Tafsir Juz ‘Amma no.1/77 karya Musa’id Ath-Thayyaar).

Ketiga
Surat ini mengajarkan kepada setiap Muslim agar menghiasi hati dan perilaku dengan Ikhlas yaitu ketika beribadah atau beramal shalih dilakukan dengan tulus; serta berharap pahala dari Allah subhaanahu wa ta’ala (Syarah Al Aqidah Al Wasithiyyah karya Ibnu Utsaimin).

Semoga bermanfaat.

Bersambung…

Al Khaliq

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-1: Seri Aqidah Nama & Sifat Allah
Tahun ke-VIII/September/2024
Program “Go Islamic”
FIKES UNIMMA

Al Khaliq

Salah satu nama Allah adalah Al Khaliq, yang bermakna yang menciptakan makhluk atau sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya (QS. Al Fussilat ayat 37). Nama ini menandakan bahwa Allah Maha Pencipta segala sesuatu  yang ada di alam semesta. Misalnya, udara, air, tanah, hujan, planet, alien, meteor, dan sebagainya.

Dengan HikmahNya, Allah menciptakan alam semesta dalam waktu enam hari (QS. Al A’raf ayat 54). Meskipun sebenarnya, Allah mampu menciptakannya dalam sekejap, hanya mengatakan “Kun!”, maka langsung jadi. Akan tetapi, Allah tidak demikian.

Sebagian referensi mengungkap hikmah dari penciptaan tersebut yaitu agar setiap Muslim tidak terburu-buru dalam berbuat sesuatu sebagai bentuk sikap kehati-hatian. Begitu juga disarankan untuk tidak sekejap dalam membuat sesuatu. Semua ada proses yang harus dilalui; tahap demi tahap; yang mungkin membutuhkan jangka waktu tertentu (Zadul Maasir no.3/162 karya Ibnu Al Jauzi).

Semoga bermanfaat.

Makanan dan perilaku manusia

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-5: Suplemen
Tahun ke-VIII/Agustus/2024
Program “Go Islamic”
FIKES UNIMMA

Makanan dan perilaku manusia

Dalam QS. Al Baqarah ayat 173, Allah telah melarang mengkonsumsi bangkai, darah, daging babi, dan daging hewan yang disembelih tidak menyebut nama Allah.  Sebagian referensi menjelaskan bahwa di antara hikmahnya adalah karena makanan tersebut dapat mempengaruhi perilaku manusia (Shahih Fiqih Sunnah no. 2/339 karya Abu Malik bin As-Sayyid Salim).

Di banyak referensi juga telah disampaikan bahwa makanan mempengaruhi perilaku atau akhlak seseorang. Sebagai contoh, sebagian orang di negara tertentu yang gemar makan daging unta, maka mereka akan memiliki sifat pencemburu dan keras. Di sebagian negara yang penduduknya gemar makan daging babi, maka akan hilang sifat cemburu dan cenderung tidak memiliki rasa malu. Sementara itu di Indonesia, sebagian bercerita bahwa banyak penduduknya pada nurut-nurut karena suka makan daging ayam (Muslimafiyah oleh Raehanul Bahraen).

Contoh lainnya yaitu terlalu banyak konsumsi gula, maka akan membuat perilaku seseorang menjadi semakin agresif
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0149763418308613

WHO menyarankan konsumsi gula bagi orang dewasa per hari sejumlah 50 gram.
https://www.healthdirect.gov.au/sugar

Singkat kata, apa yang kita konsumsi akan dapat berpengaruh terhadap perilaku sehari-hari. Oleh karena itu, selektiflah dalam memilih makanan. Kemudian, untuk merubah perilaku seseorang, adakalanya menggunakan pendekatan nutrisi dan tidak hanya fokus pada motivasi atau nasehat dan sebagainya.

Semoga bermanfaat.

Kepribadian Seorang Muslim (6): Kalem

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-4: Seri Kepribadian Seorang Muslim
Tahun ke-VIII/Agustus/2024
Program “Go Islamic”
FIKES UNIMMA

Kepribadian Seorang Muslim (5): Kalem

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Lembut yang mencintai kelembutan. Dan Allah memberi pada kelembutan apa yang tidak diberikan pada kekerasan, tidak pula diberikan kepada selainnya“ (HR Muslim no: 2593, Shahih).

“Kelembutan” atau karakter kalem memiliki tiga makna, yaitu:

1) Memiliki tutur kata dan perilaku yang baik, tidak kasar sehingga potensi menyakiti atau menyinggung orang lain.

2) Tidak tergesa-gesa dan penuh pertimbangan. Ia juga mampu menimbang baik buruk suatu hal sebelum menentukan pilihan.

3) Sabar dalam menghadapi permasalahan hidup.

Oleh karena itu, idealnya seorang Muslim memiliki kepribadian atau karakter tersebut untuk menggapai ketenangan hidup di dunia. Di samping itu, berakhak lembut merupakan bukti meneladani Nabi Muhammad, karena beliau dikenal memiliki tiga karakter di atas; sebagaimana diceritakan di banyak hadits shahih.

Semoga bermanfaat.

Tanda Hari Kiamat (16): Banyak pemutusan silaturahmi

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-3: Seri Tanda Hari Kiamat
Tahun ke-VIII/Agustus/2024
Program “Go Islamic”
FIKES UNIMMA

Tanda Hari Kiamat (16): Banyak pemutusan silaturahmi

Di antara tanda semakin dekatnya hari kiamat adalah mulai maraknya pemutusan silaturahmi (HR. Ahmad no.3860; Shahih). Makna “memutus silaturahim” adalah memutus kebiasaan baik yang biasa dilakukan sebelumnya dengan para kerabat, tanpa adanya alasan atau halangan yang bisa dimaklumi (Ibnu Hajar Al Haitami dalam Az Zawajir).  Atau singkat kata, melakukan hal yang tidak baik kepada sedulur/kerabat.

Contohnya, seorang yang terbiasa mengunjungi kerabat ketika lebaran, namun menjadi tidak mengunjunginya di lebaran-lebaran berikutnya karena alasan yang tidak jelas (misalnya malas ketemu). Padahal rumah saudaranya hanya beda desa atau kecamatan.

Contoh lainnya yaitu seorang yang menyakiti secara fisik kepada kerabat karena perkara sepele, sebagaimana yang sudah sering diliput di media massa.

Oleh karena itu, seorang Mukmin jangan kaget jika banyak kasus kejahatan/kriminal kepada kerabat menjadi semakin banyak dari hari ke hari. Fenomena tersebut merupakan bukti kebenaran Hadits Nabi tentang semakin dekatnya Hari Kiamat.

Semoga Allah subhaanahu wa ta’ala selalu menjaga akhlak kita semuanya, Aamiin.

Tafsir Surat Al Falaq (2)

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-2: Seri Tafsir Juz ‘Amma
Tahun ke-VIII/Agustus/2024
Program “Go Islamic”
FIKES UNIMMA

Tafsir Surat Al Falaq (2)

Berikut kelanjutan tafsir surat tersebut, di antaranya:

4) Allah memerintahkan untuk berlindung dari kejahatan setan, jin dan hewan di sekitar kita. Salah satu cara berlindungnya adalah berdoa dengan bahasa yang mudah kita pahami.

5) Allah memerintahkan untuk berlindung dari kejahatan manusia yang biasa muncul di malam hari. Terlebih lagi jika akan melakukan safar malam, maka perbanyaklah berdoa supaya diberikan keamanan dan kelancaran.

6) Allah memerintahkan untuk tidak memiliki sifat iri/dengki terhadap kenikmatan orang lain. Apapun jenis kenikmatannya. Karena umumnya, sifat iri berpotensi menyebabkan hal berikut:

– Rasa kurang bersyukur, stres, cemas, depresi karena orang yang iri akan terus menerus membandingkan nikmat yang dimiliki dengan nikmat orang lain. Tentunya hal ini tidak bagus bagi kesehatan.

– Mengganggu hubungan interpersonal sehingga terkadang akan saling menjatuhkan, saling menghambat, saling mengadu domba dan lain-lain.

– Dampak terburuknya adalah muncul harapan agar nikmat yang orang lain dapatkan tersebut hilang atau berkurang.

(Taisir Karimirrahman / Tafsir As Sa’di karya Abdurrahman bin Nashir As Sa’di).

Semoga bermanfaat.