Dec 19, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-3: Seri Tanda Hari Kiamat
Edisi Desember 2025
FIKES UNIMMA
Tanda Hari Kiamat (30): Banyak kematian mendadak
Nabi menyampaikan bahwa di antara tanda semakin dekatnya Hari Kiamat adalah mulai banyaknya kematian mendadak (HR. Thabarani dalam Al Mu’jamush Shaghir 2/261, No.1132); Shahih Al-Jami‘ 2/1.026, No.5.899) karya Al Albani).
Makna dari “kematian mendadak” adalah kematian karena penyakit jantung (Abu Muslim Al Atsari dalam website Al Manhaj)
Dengan ungkapan lain bahwa, seiring semakin dekatnya Hari Kiamat maka prevalensi atau insiden penyakit jantung akan semakin meningkat. Hal yang sama juga terjadi pada angka mortalitasnya (kematiannya).
Berikut sebagian evidence menarik terkait penyakit jantung:
https://world-heart-federation.org/wp-content/uploads/World_Heart_Report_2025_Online-Version.pdf
https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/CIR.0000000000001303?url_ver=Z39.88-2003&rfr_id=ori:rid:crossref.org&rfr_dat=cr_pub%20%200pubmed
Semoga Allah menjaga kesehatan kita semuanya, Aamiin.
Dec 13, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-2: Seri Tafsir Juz ‘Amma
Edisi Desember 2025
FIKES UNIMMA
Tafsir Surat Al Humazah (Bagian 2-Selesai)
Bagian 1 dari tafsir ini sudah disampaikan bulan lalu dan dapat diakses di link berikut.
https://fikes.unimma.ac.id/tafsir-surat-al-humazah-bagian-1/
Berikut kelanjutannya:
Kelima.
Surat ini menjelaskan akan bahayanya terobsesi dengan harta dan tutup mata mengumpulkan harta tanpa peduli halal haramnya (Fathul Karim Mukhtashar Tafsir Al Qur’an Al ‘Adzhim karya Hikmat bin Basyir bin Yasin).
Salah satu makna “terobsesi” adalah berlebihan menyikapi harta. Misalnya pagi siang sore dan setiap saat selalu mengecek saldo tabungan karena kekawatiran berlebihan tentang kehilangan atau berkurangnya saldo tersebut (Tafsir Juz ‘Amma karya Muhammad bin Shalih Al Utsaimin).
Kenam.
Surat ini mengajarkan setiap Muslim bahwa harta tidak akan mengekalkan kehidupan manusia (Tafsir Karimirrahman karya As Sa’adi). Namun ia hanya “media” yang dapat mengantarkan manusia ke salah satu tujuan di akhirat yaitu surga atau neraka.
Ketujuh.
Surat ini menjelaskan tentang Neraka Huthamah dimana tempat tersebut memiliki sifat meremuk-remuk dan mematahkan tulang-tulang (Tafsîr Al Baghawi no.VIII/530 karya Husain bin Mas’ud Al Baghawi). Semoga kita semua terhindar dari neraka tersebut, aamiin.
Semoga bermanfaat.
Dec 5, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-1: Seri Aqidah Nama & Sifat Allah
Edisi Desember 2025
FIKES UNIMMA
Ar Raafi
Ar Raafi bermakna bahwa Allah Maha Meninggikan atau Maha Mengangkat derajat atau kedudukan manusia baik di dunia ataupun di akhirat kelak (QS. Al An‘am ayat 83; QS. Yusuf ayat 76).
Makna “meninggikan derajat” yaitu Allah akan meningkatkan kedudukan, martabat, dan kehormatannya di dunia dan akhirat (Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir karya Muhammad Sulaiman Al Asyqar).
Hal ini bisa jadi Allah akan menggerakkan hati manusia untuk menghormati atau menghargainya, mendapatkan banyak kesempatan untuk berbuat baik, serta mendapatkan posisi yang tinggi di Surga-Nya.
Dalam Islam, “derajat” seseorang diukur berdasarkan ketakwaan atau ketaatan terhadap aturan Allah. Bukan berdasarkan harta, gelar, kedudukan sosial, atau mungkin kekuasaan.
Seseorang yang memiliki posisi atau kedudukan sosial yang prestis di dunia, namun ia tidak bertakwa, maka hal tersebut kurang bernilai dalam pandangan Allah.
Sebaliknya, seseorang yang biasa-biasa saja di dunia, namun ia patuh terhadap aturan Allah, maka Allah akan sangat perhatian kepadanya.
Oleh karena itu, ketika Allah meninggikan derajat seseorang hal tersebut merupakan bukti apresiasi atas perjuangan seorang Muslim dalam menjaga iman, amal shalih dan istiqamahnya.
Alhamdulillah…
Nov 30, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-4: Seri Kepribadian Seorang Muslim
Edisi November 2025
FIKES UNIMMA
Kepribadian Seorang Muslim (19): Memahami filosofi uban
Allah pernah menyampaikan bahwa akan datang “pemberi peringatan” tentang tidak abadinya kehidupan manusia (QS. Al Fathir ayat 37). Sebagian tafsir menyampaikan makna “pemberi peringatan” adalah uban (Tafsir Ibnu Katsir no.6/542).
Penjelasan di atas sangat penting karena berkaitan erat dengan filosofi hidup seorang muslim, yang meyakini bahwa fisik manusia tidak ada yang abadi. Secara perlahan, kondisi fisik tersebut akan menurun hingga batas waktu yang telah Allah tentukan.
Oleh karena itu, seorang muslim yang rambutnya sudah mulai beruban (meskipun yang belum beruban pun sama saja) sangat disarankan untuk mulai memperbanyak bekal untuk akhirat. Misalnya, dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah serta mengurangi aktivitas dunia yang tidak penting agar hati tidak menjadi “kering”.
Semoga Allah menjaga kita semuanya, aamiin.
Nov 22, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-3: Seri Tanda Hari Kiamat
Edisi November 2025
FIKES UNIMMA
Tanda Hari Kiamat (29): Pudarnya amanah
Di antara tanda semakin dekatnya Hari Kiamat adalah mulai pudarnya amanah (HR. Bukhari no.XI/333, Shahih).
Makna “pudarnya amanah” adalah ketika tanggung jawab tidak lagi diberikan atau diserahkan kepada orang yang tepat.
Dengan ungkapan lain bahwa semakin mendekati akhir zaman maka akan banyak urusan atau pekerjaan yang dilakukan oleh orang yang bukan ahlinya; sehingga hal tersebut berpotensi menimbulkan mafsadah (kerugian) atau menjadikan hasil pekerjaannya kurang sesuai.
Salah satu pesan moral yang disampaikan Nabi adalah seorang Muslim jangan terlalu memaksakan diri untuk mengerjakan sesuatu di luar bidang atau kompetensinya (HR. Bukhari no.6496; Shahih).
Semoga Allah menjaga kita semuanya, aamiin.
Nov 14, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-2: Seri Tafsir Juz ‘Amma
Edisi November 2025
FIKES UNIMMA
Tafsir Surat Al Humazah (Bagian 1)
Berikut beberapa pesan menarik dari surat tersebut:
Pertama
Surat ini merupakan surat Makkiyah yaitu turun di Mekah sebelum Nabi dan para sahabat Hijrah ke Madinah (Tafsir Al Qurthubi).
Kedua
Surat ini memiliki nama lain Surat Al Huthamah yang bermakna neraka yang menghancurkan.
Ketiga
Surat ini diturunkan Allah karena berkaitan dengan beberapa orang di zaman Nabi yang memiliki kebiasaan menggunjing dan mencela Nabi (Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an karya Marwan Hadidi bin Musa).
Keempat
Ayat pertama menegaskan akan pentingnya menghindari ghibah dan mencela orang lain (Tafsir Juz ‘Amma karya Muhammad bin Shalih Al Utsaimin).
Bersambung…
Recent Comments