Jan 30, 2026

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-5: Suplemen
Edisi Januari 2026
FIKES UNIMMA
Serba serbi tentang ‘ain
Berikut beberapa hal seputar ‘ain yang perlu diketahui oleh seorang Muslim:
Pertama
‘Ain artinya terkena efek negatif dari pandangan mata. ‘Ain berasal dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti respon jiwa negatif. Kemudian, jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah no. 1/271 oleh Lembaga Fatwa Saudi Arabia).
Kedua
‘Ain adalah nyata dan fakta, sebagaimana telah diisyaratkan Nabi berabad-abad lalu dalam hadits shahih (HR. Muslim no.2188, 2195; Shahih).
Ketiga
‘Ain disebabkan karena pandangan mata yang disertai rasa iri atau dengki atau hasad. Hal ini menunjukkan bahwa hati yang kurang bersih dapat menyalurkan energi negatif kepada orang lain melalui mata.
Namun jika hanya pandangan biasa dengan hati yang netral, maka tidak masalah.
Keempat
‘Ain dapat menyebabkan hal-hal yang mengganggu dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, sakit tanpa sebab jelas, merusak keharmonisan rumah tangga, rencana yang sering gagal, barang mudah atau cepat rusak, atau bahkan menyebabkan kematian.
Hanya saja, jika seorang tengah mengalami sebagian keadaan di atas, maka sangat sulit dipastikan apakah karena ‘ain atau tidak.
Kelima
Mencegah adalah yang terbaik.
Misalnya, mendoakan kebaikan ketika melihat orang lain mendapatkan kenikmatan, membatasi atau tidak berlebihan memposting sesuatu bersifat privasi yang potensi memicu iri, berdoa agar terhindar dari ‘ain orang lain, serta mengendalikan hati untuk tidak memiliki rasa iri.
Pencegahan lainnya yaitu bahagia melihat orang lain mendapatkan nikmat. Sekalipun nikmat itu mungkin yang sedang sangat diharapkan saat ini. Karena, tanda kebaikan iman seseorang salah satunya adalah ketika merasa bahagia melihat orang lain juga bahagia (HR. Bukhari no.13; Shahih).
Sebaliknya, jika kita justru merasa gundah atau tidak nyaman saat menyaksikan kebahagiaan orang lain, maka ini bisa menjadi indikasi adanya sesuatu yang kurang beres dengan kondisi hati atau kualitas keimanan kita.
Kesimpulannya, apa yang kita pandang terkadang berdampak kurang bagus terhadap yang dipandang (Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid karya Abdurrahman bin Hasan). Namun yang terpenting saat ini adalah bukan masalah memandang, akan tetapi dalam kondisi apa hati kita ketika memandang sesuatu tersebut.
Semoga Allah menjaga kita semua dari ‘ain, aamiin.
Jan 23, 2026

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-4: Seri Kepribadian Seorang Muslim
Edisi Januari 2026
FIKES UNIMMA
Kepribadian Seorang Muslim (21): Tidak hanya paham dunia
Allah berfirman bahwa sebagian manusia sangat paham dengan urusan dunianya, namun sayangnya mereka lalai dengan urusan akhirat (QS. Ar Rum ayat 7).
Ayat ini menjadi pengingat bagi setiap Muslim agar jangan sampai kesibukan dunia menjadikan kita lalai, tidak mau tahu, dan tidak peduli dengan agama atau akhirat (Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir karya Muhammad Sulaiman Al Asyqar).
Secara umum, bersemangat terhadap aktifitas dunia dan menjadi mahir dalam bidang tertentu adalah sangat bagus, terlebih lagi jika sangat bermanfaat.
Namun, jangan sampai hal tersebut justru menjadikan kita cuek dengan hukum-hukum agama serta akhirat. Atau bahkan mengorbankan kepentingan akhirat demi urusan dunia yang revenue-nya tidak seberapa.
Yang lebih miris lagi adalah sebagian orang tidak mau atau belum mau belajar agama/ngaji dengan alasan nanti akan banyak tahu yang haram; sehingga aktifitas dunianya menjadi tidak bebas. Tentunya, mindset seorang yang serius keimanannya tidak seperti itu.
Semoga Allah senantiasa menjaga dunia dan akhirat kita, Aamiin.
Jan 16, 2026

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-3: Seri Tanda Hari Kiamat
Edisi Januari 2026
FIKES UNIMMA
Nabi pernah menyampaikan bahwa semakin dekat Hari Kiamat maka akan mulai banyak orang-orang baik dan shalih/shalihah yang wafat. Setelah itu, yang tersisa hanya mereka yang tidak lagi mengenal kebaikan dan tidak mengingkari keburukan (HR. Ahmad dan Hakim, Shahih dalam Asyrāthus Sā’ah Al ātiyah karya Sa’id Abdul Azhim).
Hadits tersebut menjadi isyarat bahwa semakin mendekati akhir usia dunia, maka kondisi dunia akan semakin buruk, baik lingkungan ataupun manusianya.
Misalnya, mulai terjadi kerusakan bumi dimana mana. Serta banyak manusia yang mengalami kemunduran perilaku atau attitude, baik kepada Allah atau kepada sesama manusia.
Semua orang-orang shalih satu per satu akan diwafatkan sehingga yang tersisa hanyalah mereka yang berkarakter buruk, tidak mengenal kebaikan dan justru gemar berbuat dosa maksiat (HR. Muslim no.1924, Shahih).
Semoga bermanfaat.
Jan 9, 2026

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-2: Seri Tafsir Juz ‘Amma
Edisi Januari 2026
FIKES UNIMMA
Tafsir Surat Al ‘Ashr
Berikut beberapa pelajaran penting dari Tafsir surat tersebut, yaitu:
Pertama
Surat yang terdiri dari tiga ayat ini tergolong Surat Makkiyah yaitu surat yang diturunkan sebelum Nabi Hijrah ke Madinah.
Kedua
Ayat ini mengingatkan pentingnya usia bagi seorang Muslim.
Semestinya usia diisi dengan hal-hal yang yang bermanfaat untuk akhirat (Tafsir Juz ‘Amma karya Shalih bin Fauzan Al Fauzan). Terlebih lagi bagi yang sudah di atas 40 tahun (Tafsir Al Qur’an Al Azhim no.7:280-281 karya Ibnu Katsir).
Ketiga
Seorang Muslim akan mendapatkan kerugian jika ia tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk akhirat (An Nafahat Al Makkiyah karya Muhammad bin Shalih Asy Syawi).
Oleh sebab itu, sebelum kita melakukan sesuatu maka ada baiknya mempertimbangkan “ada manfaatnya untuk akhirat atau tidak?”. Maksudnya, apakah sesuatu tersebut berpahala atau malah justru sebaliknya.
Keempat
Allah menegaskan bahwa manusia tidak akan merugi jika memiliki iman, amal shalih, saling menasehati dalam hal baik dan kesabaran (QS. Al Ashr ayat 1-4).
Ketika tidak memiliki empat hal tadi, maka berpotensi mengalami kerugian.
Terkadang kerugian tersebut langsung dirasakan ketika di dunia. Namun, bisa jadi sebaliknya atau muncul penyesalan ketika sudah di Alam Barzakh atau Akhirat, sebagaimana disampaikan Allah dalam QS. Al Fatir ayat 37.
Semoga bermanfaat.
Jan 2, 2026

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-1: Seri Aqidah Nama & Sifat Allah
Edisi Januari 2026
FIKES UNIMMA
Al Mu`izz
Al Mu’izz bermakna bahwa Allah maha memuliakan atau memberi kemuliaan kepada Hamba-Nya yang bertaqwa. Dalil tentang Al Mu’izz terdapat dalam QS. Al Fathir ayat 10.
Maksud “kemuliaan” yang akan Allah berikan tidak hanya sebatas dalam harta benda dan parameter dunia lainnya. Namun juga dalam bentuk ketenangan hati, kebahagiaan, dan kedamaian jiwa dalam menjalani hidup sehari-hari.
Namun, untuk mendapatkan “kemuliaan” tersebut seorang Muslim harus berjuang dengan tulus untuk menjaga syariat-Nya, kapanpun dan dimanapun ia berada (Tafsir Al Wajiz karya Wahbah Az Zuhaili).
Perjuangan tersebut tentunya identik dengan istiqamah dalam menjalankan syariat-syariatNya, baik yang wajib atau sunnah.
Semoga bermanfaat.
Dec 26, 2025

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-4: Seri Kepribadian Seorang Muslim
Edisi Desember 2025
FIKES UNIMMA
Kepribadian Seorang Muslim (20): Berani mengakui kesalahan dan bertaubat
Nabi Muhammad pernah bersabda bahwa sesungguhnya seorang Mukmin itu pasti melakukan kekhilafan (kesalahan), lalu diapun kembali kepada keimanan (HR. Ibnul Mubarak dalam Az Zuhud no.73. Hadits shahih di Jam’ul Jawaami’ no. 1332) karya As Suyuthi).
Terdapat dua hal menarik dari nasehat Nabi di atas.
Pertama, seorang Mukmin tidak bisa lepas dari takdir dalam bentuk “berbuat kesalahan”. Maksudnya, seorang Mukmin pasti akan berbuat kesalahan di momen tertentu dengan intensitas yang berbeda-beda. Kesalahan ringan, sedang, atau bahkan fatal.
Kedua, meskipun begitu, seorang Mukmin tidak boleh menyerah dan beralasan dengan takdir ketika berbuat kesalahan.
Harus ada upaya perbaikan yang diawali dengan berani mengakui kesalahan tersebut. Kemudian, segera meminta maaf jika berkaitan dengan hak orang lain. Segera bertaubat jika berkaitan dengan hak Allah.
Seorang Mukmin tidak semestinya terus-menerus berada dalam kesalahan. Ia harus bangkit, lebih berhati-hati serta teliti dalam segala hal untuk menuju kehidupan yang jauh lebih baik dan minim kesalahan atau dosa maksiat.
Semoga bermanfaat.
Recent Comments