Kajian Online Pekanan
Pekan ke-2: Seri anak dan keluarga
Edisi XLVII/Tahun ke-VI/Juli/2022
Program “Go Islamic”
FIKES UNIMMA

Tidak perlu dibandingkan

Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA* dalam akun Instagramnya pernah menyampaikan:

Tidak perlu iri dengan hijaunya rumput tetangga. Sebab kita tidak mengetahui, sejatinya rumput tersebut asli atau sintetis. Namun, jangan juga bersikap sinis dengan meragukan hijaunya rumput tetangga.

Lebih baik fokus mensyukuri rumput sendiri. Sebab kita yakin itu asli. Walau kadang terlihat kurang begitu hijau.

————–

Selesai ucapan beliau.

Kata “rumput” hanyalah kiasan bahwa seorang Muslim tidak perlu membandingkan apa yang ada di rumahnya dengan apa yang ada di rumah orang lain. Beberapa hal yang sering menjadi objek pembanding adalah pasangan, anak, harta, dan gelar atau status sosial. Selain tidak ada manfaatnya, membanding-bandingkan nikmat dapat mengurangi rasa syukur. Dalam sebagian kondisi akan menimbulkan kompetisi harta, rasa iri dan bahkan saling berburuk sangka.

Setiap rumah di sekeliling kita memiliki versi kehidupannya sendiri – sendiri. Disyukuri saja apa yang sudah kita miliki hingga hari ini. Terlepas banyak atau sedikit, komplit atau tidak komplit. Tidak hanya itu, kenikmatan tersebut juga perlu dijaga dan dirawat agar dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah subhaanahu wa ta’ala.

Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin.

*Beliau adalah Alumnus Universitas Islam Madinah dan kini menjadi pengajar di Pondok Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga. Banyak kajian beliau di youtube membahas tentang parenting.