Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) resmi membuka Apotek Pendidikan dengan nama Apotek UNIMMA Medika. Seremonial pembukaan dilaksanakan di Halaman Apotek pada Minggu (14/1) dihadiri oleh mitra UNIMMA, forkompimcam Mertoyudan dan masyarakat di lingkungan Kampus 2 UNIMMA.

Dr. Lilik Andriyani, SE., MSi, Rektor UNIMMA mengatakan Apotek UNIMMA Medika sudah berdiri sejak lama namun berlokasi di Kecamatan Pakis yang jaraknya jauh dari kampus. “Kita pindahkan apotek ke sini salah satunya untuk pendirian program studi PSPPA (Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker). Mohon doanya karena masih menunggu satu kali visitasi lagi,” ujarnya.

Rektor menyebutkan, apotek tersebut adalah salah satu ejawantah dari tujuan Muhammadiyah. “Berdirinya apotek ini adalah salah satu tujuan dari Muhammadiyah yaitu berkonsentrasi di bidang pendidikan dan kesehatan. Kami adalah bentuk tangan panjangnya dari Muhammadiyah untuk bisa melayani masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Anggi Bagas Saputra, S.Farm, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar apotek dapat melayani masyarakat dengan standar pelayanan kefarmasian. “Apotek UNIMMA Medika ini di bawah sivitas akademika, tentu sudah sangat lekat dan kita harapkan bisa menjadi apotek percontohan di Kabupaten Magelang ini sehingga pelayanan kefarmasian bisa dilaksanakan dengan maksimal, yang efeknya bisa meningkatkan quality of life,” tuturnya.

Dijelaskan pula bahwa di Kabupaten Magelang pertumbuhan apotek meningkat secara signifikan dengan total terdapat sekitar 180 apotek. “Yang kita harapkan, Apotek UNIMMA Medika selain menjadi salah satu pra-syarat pembukaan PSPPA, bisa menciptakan apoteker-apoteker, bisa menciptakan tenaga kefarmasian yang memiliki kemampuan baik secara akademis, profesionalitas kerja dan etika disiplinnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, digelar berbagai rangkaian acara diantaranya donor darah, pemeriksaan gratis, pengobatan gratis dan pembagian produk unggulan apotek. Adapun produk karya inovasi dosen dan mahasiswa UNIMMA yang dibagikan sudah lolos uji klinis diantaranya Pojok Djamoe, Gel Lintari (pengurang rasa nyeri herbal), Salep Katrina (salep luka herbal) dan Growmuno (makanan pendamping ASI).

Sumber: HUMAS UNIMMA

(Re-uploaded with official permission by HUMAS UNIMMA)