Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melalui tim taskforce pendirian Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) menggelar workshop penyusunan modul pembelajaran bersama perseptor. Acara dilaksanakan di Aula Fikes pada Senin (29/01) dan dihadiri oleh perseptor dari lahan rumah sakit, apotek, puskesmas dan industri diantaranya CV Herbal Indo Utama dan PT Capung.

apt. Heni Lutfiyati, M.Sc, Ketua tim taskforce dalam sambutannya mengatakan bahwa program studi (prodi) S1 Farmasi UNIMMA telah terakreditasi B. “Jumlah S1 Farmasi dan PSPPA di Indonesia tidaklah berimbang, APTFI (Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia) mendorong institusi sarjana farmasi yang telah terakreditasi B untuk bisa segera mengajukan program Pendidikan Profesi Apoteker,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini tenaga kefarmasian dibagi menjadi dua meliputi tenaga vokasi dan apoteker sehingga menuntut UNIMMA untuk segera membuka  PSPPA. “Alhamdulillah saat ini kami sedang proses pendirian dan untuk profesi apoteker sudah melalui beberapa tahap, ada beberapa kali visitasi dan saat ini menunggu visitasi yang terakhir,” ungkapnya.

apt. Heni juga menyampaikan terima kasih kepada perseptor dan berharap workshop tersebut dapat menghasilkan modul PKPA (Praktik Kerja Profesi Apoteker) bagi mahasiswa dalam menjalankan pendidikannya. “Di pendidikan profesi apoteker ini sama dengan pendidikan profesi yang lain, jadi sebagian besar adalah praktek di lahan. Untuk pelaksanaan pembelajaran PSPPA mengacu pada peraturan yang baru, proses pembelajarannya bersifat interaktif, holistik, integratif, scientific, kontekstual, tematik, efektif dan kolaboratif serta selalu berpusat pada kebutuhan mahasiswa,” tuturnya.

Adapun untuk mencapai hal tersebut, dikatakan membutuhkan modul praktek yang memang sesuai dengan kondisi lapangan dan perlu penyesuaian, improvisasi dan internalisasi keunggulan dan kearifan lokal maupun nasional sesuai dengan visi prodi yaitu unggul dalam bidang farmasi bahan alam berkelanjutan. Workshop dikemas dengan FGD (forum group discussion) dan diakhiri dengan RTL (Rencana Tindak Lanjut).

Sumber: HUMAS UNIMMA

(Re-uploaded with official permission by HUMAS UNIMMA)